Matahari yang masih menyembunyikan dirinya di balik gunung dan embun yang masih bertebaran di pepohonan.
Suara burung yang mulai berbunyi memasuki telinga Rui yang sedang tidur. Membuatnya terbangun dari tidurnya yang nyaman. Ia berjalan berniat akan mencuci mukanya namun ada suara keras.
Seperti orang yang sedang memukul sesuatu dengan kuat. Bergegas ke depan ia melihat Lin sedang memotong kayu.
Entah mengapa perasan Rui merasa tergerak melihat Lin yang bersusah payah hingga bajunya sedikit basah.
Batin Rui Bertanya tanya di hatinya, mengapa? Pangeran ini dibuang oleh keluarganya sendiri? Tapi jika pangeran itu tidak mati aku juga tidak akan bertemu dengan Gu Lin.
Lin yang merasakan ada yang mengawasinya pun menengok dengan tatapan datar ke arah orang yang memperhatikannya. Lalu dia tidak mempedulikan dan lanjut memotong kayunya.
Rui : hmm... Dia berlagak sok cool ternyata. Hah terserah lah tapi aku juga tidak bisa bergantung terus dengan Lin.
Ia pun pergi mencuci mukanya dengan air yang dingin ditambah dengan suasana pagi hari. Saat ia menghampiri Lin ia sangat terkejut ternyata Goa yang ia tinggali berada di atas bukit yang sangat tinggi.
"Ah apa kau terkejut jika kita ada di atas bukit?" Tanya Lin dengan nada rendah .
"Sedikit, kau tinggal disini sendiri? Apa kau tidak kesepian?" Tanya Rui .
Pertanyaan Rui membuat Lin berhenti memotong kayu dan duduk di bawah pohon. Pohon itu memiliki tempat yang nyaman seperti gazebo.
"Sudah ku bilang 2 tahun yang lalu aku tinggal bersama Masterku, dan 2 Tahun ini aku akui aku Lumayan kesepian" jawab Lin dengan bersandar di pohon.
Rui merasa prihatin pada Lin Dan mencoba untuk menghiburnya. Ia menceritakan tentang dunianya kepada Lin. Lin pun sebaliknya juga menceritakan tentang dunianya. Dan rupanya Dunia mereka adalah dunia yang sama namun berbeda tahun.
Gu Lin berada di tahun 2006 dan Rui yang di tahun 2016. Tahun itu dimana mereka berpindah di tubuh orang lain.
"Lalu bagaimana teknologi disana?" Tanya Lin penasaran.
"Sudah lumayan maju banyak posel yang berkembang dan perusahaan bersaing mengeluarkan produk andalan mereka!!" Jawab Rui dengan bersemangat.
Mereka tidak merasa jika matahari sudah terbit dengan indah di balik gunung. Banyak burung yang berterbangan dan embun mulai memudar.
Angin hangat menyapa kulit mereka yang halus putih bersih.
Saat Rui tertawa karena kelakuan Lin yang tidak tau apa apa tentang Teknologi pun tertawa lepas. Lin yang tidak sengaja melihat tawa Rui pun tertegun beberapa detik dan tersenyum tipis.
Rui mencium bau yang enak di dalam goa ia pun bergegas pergi. Lin yang melihat Rui hanya tersenyum tipis dengan memejamkan matanya.
Lin : Rui...Yan... Rui...!!!
" Lin, coba lihat ini aku merebus kentang di dalam tadi" ucapnya.
"Eh kau dapat dari mana kentang ini?"
"Aku dapat dari dalam kotak kayu di dekat lembaran kertas milikmu" jawab Rui.
Lin menghela nafas lega dan mengambil satu kentang rebus itu. Ia memakan kentang itu bersama dengan seseorang yang belum pernah ia kenal.
Ia juga bingung mengapa masternya tau tentang ini apa mungkin ini sudah takdir jika dia akan bertemu dengan Rui.
Saat ditengah tengah menyantap kentang ini Rui mulai teringat sesuatu yang membuatnya penasaran. Ia menatap Lin lama yang membuat Lin tidak tahan karena saat ia makan diganggu.
"Ada apa? Apa kau terpesona dengan ku?" Tanya Lin.
"Heh siapa juga yang terpesona dengan orang seperti mu! Aku hanya penasaran siapa kira kira aku ini?" Tanya Rui dengan mengelupas kulit kentang.
"Kau adalah anak dari jendral Yan yang ada di daratan Lan. Daratan besar yang di kuasai oleh ayahku dan kau adalah anak tertua di keluarga jendral. Namun ibumu di dituduh p*****r karena ia tertangkap basah bersama Mentri pendapatan di kamar"
"Namun aku tidak percaya dengan semua itu. Yang ku tau Bibi Yaran sangat baik dan rendah hati. Aku yakin ia di jebak oleh istri jendral yang sekarang"
Rui mulai paham dengan apa yang di katakan oleh Lin. Ia juga menyadari jika yang mendorongnya kemarin adalah saudaranya sendiri.
Tapi kenapa saudaranya itu tega berbuat kejam dengannya?.
Ehem... Kulihat lihat dia juga tampan dan sangat hm... Sexy. Tapi lebih tampan aku hahaha...
Seekor burung bangau terbang mendekati mereka berdua dan berbicara kepada Lin. Rui yang mendengar burung bangau bisa berbicara terkejut dan ketakutan.
Tetapi Lin menjelaskan ini adalah Hewan roh tingkat tinggi yang bisa bicara kepada pemilik kontrak. Burung itu dan Lin sudah menjalin kontrak sejak ia berusia 10 tahun.
"Khakkk!! Siapa kau?" Tanya burung bangau itu.
"Aku.."
"Dia teman ku jangan sakiti dia, dia akan merahasiakan tempat kita ini tenang saja oke!" Ucap Lin dengan menghalangi Bangau itu supaya tidak mendekati Rui.
Burung bangau itu menunduk meminta maaf karena terlalu emosi. Dia sebenarnya mempunyai trauma kepada pemiliknya yang dulu. Pemiliknya yang dulu pernah menerima orang luar dan sayangnya orang itu ingin merampok semua hartanya.
Yang ditolong oleh tuannya saat itu hanya satu orang, namun saat perampokan ada 5 orang dengan level tinggi. Tuannya tewas untuk menyelamatkan dirinya , ia melepaskan kontrak dan meminta si bangau pergi.
K : Jika seorang master atau tuan bagi hewan roh yang sudah menjalin kontrak membatalkan kontrak adalah hal yang berbahaya. Jika tidak kuat dengan rasa sakit yang bisa mengurangi umur. Jika membatalkan kontrak harus mengorbankan salah satunya untuk mati dan jika sang master mempunyai kekuatan hidupnya akan berlanjut namun tidak begitu lama hanya 5 tahun setelah pelepasan kontrak.
"Hm ... Bangau siapa nama mu?" Tanya Rui dengan duduk di sebelah bangau itu.
Bangau itu sedikit terkejut melihat Rui yang bisa mendengarkan ucapannya. Pikirnya bukannya hanya tuan ku saja yang bisa mendengar ku tapi manusia satu ini...! Kata tuan dia temannya pasti dia seseorang yang hebat!!!
"Aku Moi Hewan roh tingkat 3 di altar Teratai putih, aku adalah hewan roh milik Tuan Zhou Lin" dengan hormat.
"Wah senang bertemu dengan mu"
Moi sedikit senang karena baru pertama kali dia melihat manusia yang ramah dengannya selain tuannya dulu dan Lin.
Moi membuka sayapnya dan memberikan sebuah Buah Peach ( Persik ) kepada Rui. Dengan senang hati ia menerima buah dari Moi. Karena melihat tuannya aman ia pergi untuk mencari beberapa ikan.
"Hai aku sangat pusing" ucap Rui menatap Lin.
"Kenapa? Apa kau kurang tidur? Bukannya kau tidur sudah seperti kerbau"
"Dasar..." Kata Rui kesal dan berbalik pergi.
Saat berjalan pergi hendak memasuki goa ia tiba tiba merasakan pusingnya semakin kuat. Dan pingsan di depan pintu.