Peach light...
Rui : agh... Kenapa kepalaku ini? Duh...
Ia terjatuh di tanah membuat pakaian putihnya kotor dengan tanah. Lin menatap datar melihat Rui yang pingsan di depannya.
Lin : heh mencoba membohongi ku?
Setelah beberapa lama Lin memperhatikan Rui, ia tidak melihat Rui sedang berpura pura. Tubuhnya memerah dan mengeluarkan banyak keringat.
Ia langsung berjalan menuju Rui yang terbaring di tanah. Ia mengendong Rui memasuki rumah dan di baringkan di atas tempat tidurnya.
"Hah... Kau suka sekali pingsan! Jangan buat aku repot dimasa depan!"
~~=~~
Aku dimana ini? Eh... Bukan kah ini adalah aku saat turnamen Taekwondo.lalu ini adalah gadis yang aku sukai ia pasti menyemangati ku... Eh tapi di samping gadis itu adalah... Leo.
Ia merasa kecewa gadis yang ia sukai sejak SMA malah dekat dengan sahabatnya dan sepertinya mereka terlihat sangat akrab. Seperti pasangan kekasih yang sedang di mabuk asmara.
Hah sudahlah aku juga sudah tidak ada disana...! Tapi...
Tiba tiba ada seseorang yang berbicara di belakangnya dan menepuk pundak Rui. Karena kaget Rui berteriak lalu menjauh.
Betapa kagetnya ia melihat seorang pria berwajah tampan dengan rambut hitam panjang menjuntai. Pria itu memakai pakaian Hitam ungu yang selaras bagus dengan tusuk rambutnya.
Suaranya yang lembut masuk dalam telinga Rui.
"Nah Lee Rui , aku adalah Yan Rui maaf telah menarik mu masuk dalam dunia ini. Aku sudah tidak tahan dengan mereka semua dan tubuhku sangat lemah. Aku sebentar lagi akan pergi jadi aku mengunjungimu untuk membantu mu mengingat sebelum aku tewas."
"Di dunia itu aku adalah kamu, dan di sini kamu adalah aku. Kita sama dalam satu nyawa jadi aku bisa mengerti perasaan mu. Untuk tubuhmu yang ada di dunia itu..." Dengan menunjuk papan besar yang sedang memperlihatkan banyak sekali memori Rui saat masih hidup.
"Kau sudah tewas karena tergelincir di tebing dekat rumah mu sendiri saat akan berangkat ke suatu tempat" Ucap Yan Rui.
"Haaaaa... Aku baru ingat mengapa aku harus lewat situ!!" Gumam Rui dengan memasang wajah sedih.
Yan Rui memberinya semangat dengan menepuk nepuk pundaknya. Ia memberikan semua penutup mata berwarna merah darah dan di pasangkan kepada mata Rui.
"Ini adalah tali penghubung ku, kau bisa melihat masa laluku. Maaf ya aku terlalu lemah Jadi kau yang kerepotan" ucap Yan Rui bersalah.
"Tidak apa apa aku akan membalaskan semua dendam mu"
Yan Rui tersenyum tanpa sadar ia mengelus Elus rambut Rui dengan lembut.
Rui merasa kepalanya semakin sakit tak terkontrol dan berusaha menahan rasa sakit yang ada. Yan Rui melihatnya dengan tatapan yang memberi banyak harapan.
Ketika tali itu mulai memudar , tubuh Yan Rui pun sedikit demi sedikit menghilang terbang ke atas. Sedikit demi sedikit dari kaki hingga ke kepalanya lalu ada sesuatu yang jatuh. Sebuah cincin dengan Ruby merah yang indah.
Saat ia membuka matanya ia tidak melihat Yan Rui disana. Ia berdiri dan hanya melihat jika dia sendirian berada di ruangan putih yang luas yang sedikit berair.
Rui mendengar suara Lin yang mendekat , lalu berbalik. Ia melihat Lin menggunakan jubah naga emas yang sangat bagus. Ia menarik tangan Rui dengan kuat ke pelukannya.
"Eh apa yang kau lakukan Lin?"
Rui merasa aura Lin yang sangat ganas dan kejam seakan tidak akan melepaskan dirinya walau sudah bersembunyi. Ia mencoba menyembunyikan wajahnya yang memerah.
"Maaf aku terlambat tuan putri ku...!" Bisik Lin di telinga Rui , seketika telinga Rui memerah karena malu.
"Lin , hey sadar aku cowo... Bego!! Sadar!! "
Lin seperti tidak mendengarkan perkataan Rui dan mulai menarik dagu Rui. Sebelum bibir mereka bertemu Rui sempat menghalanginya dengan tangannya dan memalingkan wajahnya.
Namun kekuatan Lin jauh lebih besar , ia menggenggam tangan Rui. Ia menarik ke atas tangan Rui sehingga ia kehilangan keseimbangan. Bibir mereka yang lembut bertemu satu dengan yang lain.
Karena tidak kuat Rui menutup matanya untuk menahan Ciuman Lin yang bernafsu.
~~=~~
"Waaahhhh....!!!" Rui berteriak terbangun dari tubuhnya.
Lin yang sedang duduk di jendela dengan membaca buku obat obatan pun menatap Rui. Rui pun membalas tatapan Lin seketika wajahnya kembali memerah.
"Kau dari tadi pagi Pingsan baru sore ini bangun! Dan kenapa kau bisa pingsan ?" Tanya Lin.
"Ak ..aku...memakan buah persik yang di berikan oleh Moi" jawab Rui dengan malu malu.
Lin menghela nafas berjalan menuju Rui yang sedang duduk diam di atas kasur. Ia memukul kepalanya dengan buku yang tebal.
"Itu adalah buah langkah Peach Light dari Gunung kampung halaman Moi. Hanya orang-orang berilmu tinggi yang bisa memakan itu. Jika orang biasa aja mati dengan sekali gigit tapi untungnya kau masih hidup setelah memakan habis"
Rui mendengar penjelasan itu menghela nafas dan berdiri mendekati Lin. Ia baru sadar karena terlalu dekat dengan Lin pun menjauh.
"Hm?"
"Ya sudah kau tunggu sini aku akan mencari makanan di bawah gunung"
Lin berjalan pergi dan merubah dirinya menjadi seorang kakek kakek yang ia temui saat awal masuk ke dunia ini. Rui baru sadar bagaimana dia melakukannya? dan kenapa ia melakukannya?
Dilihat dari pintu Lin menjatuhkan diri dari bukit itu. Rui yang melihat itu sedikit ngeri karena bukit itu sangat tinggi. Setau dia bukit itu menembus awan dan dilihat dari atas hanya lautan awan.
"Apa dia tidak akan mati?"
Tiba tiba ada yang berbicara di dekat tirai berwarna putih dekat dengan dapur.
"Tuan ku tidak akan mati , dia mempunyai keterampilan Kultivasi yang hebat. Ia bisa terbang ..."
Moi keluar dari tirai itu dan membawa sekeranjang ikan. Rui terkejut seekor bangau bisa mencari ikan sebanyak ini.
Ia mengambil keranjang itu dan meminta Moi untuk istirahat. Namun Moi tidak istirahat melainkan berlatih di depan halaman yang luas.
Rui mengangumi kemampuan Moi dan sifat pantang menyerahnya. Moi yang mencium aroma masakan yang enak pun pergi ke dapur. Dan melihat Rui sedang memasak ikan yang ia bawa tadi.
"Wah wangi sekali masakan mu Rui"
"Hehehe aku hanya mencoba coba entah bagaimana rasanya"
Rui tersanjung, Rui : di kehidupan ku yang dulu aku cukup bisa memasak. Jika bukan aku siapa? Aku hanya tinggal seorang diri sejak Sekolah dasar...
"Rui, dimana buah yang aku berikan padamu? Oh iya aku lupa memberi tau mu itu buah yang sangat langkah. Tapi musim ini berbuah banyak di kampung halaman ku"
"Buah itu adalah buah Persik light (cahaya persik) buah itu bisa memperkuat roh, tubuh, dan energi seseorang. Tapi untuk orang yang tidak mempunyai ilmu valkutan ia akan mati dalam satu gigitan." Jelas Moi dengan menatap ikan yang sedang di bakar oleh Rui.
"Telat... Aku sudah memakan semua..."
Rui : Dasar Moi kau ngomongnya telat aku hampir saja mati tau. Untung saja tubuh ini saat itu ada dua nyawa jika tidak aku sudah hilang... Mati untuk kedua kalinya.