Ramalan Buah

1018 Kata
Moi yang mendengar apa yang telah di ucapkan oleh Rui terkejut bukan main. Meskipun orang yang mempunyai ilmu valkutan tinggi tidak akan bisa memakan buah itu sekejap. Setidaknya buah itu hanya sekali gigit dalam 3 hari setelah menembus level. Tapi Rui memakan semuanya dan dia masih hidup. Ia tidak terkejut dengan itu ,yang ia kagetkan adalah seberapa besar kekuatan Rui. "Apa kamu tidak apa apa?" Tanya Moi. "Tidak apa apa, tadi hanya pingsan beberapa waktu dan lumayan sakit kepalaku" jawab Moi dengan membalik balikan ikan. Moi merasa lega dan bersalah karena memberikan buah itu ke Rui. Namun ia sudah lega melihat Rui yang sudah tidak apa apa di depannya. Ia juga penasaran kepada Rui ,siapa wajah yang ia lihat di mimpinya. "Rui, aku ingin bertanya sesuatu padamu tolong jawab dengan jujur!" Rui mengangguk , mengangkat ikannya ke sebuah daun yang sudah dibentuk seperti mangkuk. "Siapa orang yang kau lihat di dalam mimpimu?" Tanya Moi dengan penasaran. Seketika Rui memerah karena malu dan saat akan membalik ikan tangannya bergetar. "Ehm..." Gugup dan jantungnya tidak beraturan. "Siapa? Cepat katakan aku sudah penasaran!!" Desak Moi. Belum sempat Rui menjawab Lin datang dengan membawa sayuran dan beras di tangannya. Membuat percakapan terpecah , Moi menatap tuanya dengan datar. "Kenapa kau menatapku seperti itu? " "Tidak , tuan aku hanya terkejut kau datang" jawab Moi. "Hem, ini semua bahan bahannya aku akan mandi dulu sudah sangat gerah..." Lin berjalan melepaskan pakaian luarnya dan hanya menyisakan pakaian putih. Rui merasa lega Lin sudah pergi dari situ , ia lanjut membakar ikannya. Namun Moi tidak lupa dengan apa yang ia tanyakan kepada Rui. Dan ia menanyakan kembali pertanyaan yang sama. "Itu Lin... " Dengan memerah dan menahan malu. Moi terkejut dan tertawa kegirangan hingga ia duduk sambil tertawa kencang. "Wah ternyata kau calon istri tuanku hahaha..." Sebelum semakin kencang lagi Rui menutup paruh milik Moi dan memelototinya dengan tajam. "Iya iya maaf Nona saya tidak akan seperti itu" "Aku bukan wanita bodoh!! Jangan bilang seperti itu nanti akan ada ke salah pahaman. Aku masih menyukai wanita.." ucap Rui dengan malas tetapi rona wajahnya masih memerah. Moi : tapi memang benar kau jodohnya tuanku hahaha... Tidak peduli pria atau wanita di dunia ini sah sah saja... "Iya iya..." ~~=~~ Semua makanan telah siap dengan cepat , Moi merubah dirinya menjadi setengah manusia. Ia duduk di kursi yang telah disediakan ia menunggu tuannya yang sedang mandi. Rui : Dia mandi atau tidur lama sekali... Moi yang menatap Rui yang sedang melihat ke arah pintu kamar mandi pun senyum senyum sendiri. Moi : bilang saja kau suka dengan tuan! Kenapa di rahasiakan... Rui yang menyadari tatapan Moi pun membalas tatapan Moi dengan tatapan lebih tajam dari Lin. Moi kaget dan merasa hidupnya terancam kapan pun nyawanya bisa hilang. Lin selesai dengan mandinya membuka pintu dan melihat Rui yang menatapnya. Pakaian Lin yang hanya menutupi bawah perut hingga kaki dan memperlihatkan otot otot milik Lin yang sangat bagus. Lagi lagi Rui dibuat kaget dan memerah kembali. Lin : eh... Dia memerah rupanya...,hm Dengan senyuman yang indah di bibirnya yang tipis. Ia sengaja tidak memakai pakaiannya hanya setengah karena ingin melihat reaksi Rui. Rui memalingkan wajah ke makanan yang telah ia buat. Moi yang melihat adegan itu mulai diam dan tertawa di dalam hati. Rui : ada apa dengan ku? Apa mungkin karena di mimpi itu Lin menciumku? Aaaaa....tidak tidak aku masih menyukai wanita... Tapi aku juga tidak bisa mengelak jika tubuh Lin lebih bagus dan sangat sexy. Lin duduk di kursi yang tatapan langsung dengan Rui didepannya. Makan malam menjadi sangat cangung dan sunyi tanpa ada percakapan. Setelah makan malam selesai Rui mulai mau berbicara dengan Lin. "Kenapa kau tidak memakai pakaianmu dengan benar?" Tanya Rui. "Tidak apa apa aku hanya sedikit gerah" Moi yang mengerti akan posisi dan situasi pamit untuk pergi ke suatu tempat. Rui menatap Moi dengan tatapan yang tatapan yang datar. Rui : awas kau Moi... Moi : mengerikan, semoga saja tuanku bisa melampaui orang ini . Entah bagaimana nanti jika mereka menikah ... Di ruangan itu hanya sisa mereka berdua duduk saling berhadap hadapan. Rui mulai menanyakan bagaimana keadaan keluarganya. "Di keluarga jendral ya?" "Ayahmu sangat menyayangi mu karena kau anak dari istri yang ia cintai. Namun ia terkena pengaruh selama bertahun tahun sehingga tidak ingin menjenguk mu sama sekali. Jendral juga tidak mengetahui jika kau suka di tindas oleh selir,dan saudaramu" "Hanya kakak tertua mu yang sama sama anak dari jendral yang menyayangi mu. Tetapi ia selalu sibuk dengan urusan perang yang di pimpin ayahku. Ia menolak untuk menerima sebagai kepala istana jendral , dan itu di turunkan kepada diri mu. Namanya manusia tidak mungkin ada sifat dengki... Sedari kau kecil kau selalu diberi racun yang menggerogoti tubuhmu" jelas Lin kepada Rui. Rui yang mendengarkan cerita Lin hanya diam dan berpikir untuk balas dendam. Lin melihat ada api kemarahan di mata Rui langsung berdiri dan memberi tau jika ia balas dendam sekarang sama saja dengan bunuh diri. Ia menyarankan kepada Rui , supaya ia belajar ilmu valkutan dengan bimbingannya. Dalam 3 bulan Rui di ajarkan ilmu valkutan yang sangat rumit namun sangat hebat oleh Lin. Ia juga mempelajari beberapa ilmu untuk membuat pil. Setelah semua kekuatan Dan energi Rui terkumpul. Ia menembus Roh alam yang setara dengan petinggi di daratan Lan. Ia penasaran dengan tingkat Roh milik Lin yang bisa mengajarinya hingga seperti ini. Namun Lin tidak menjawab dan hanya di balas dengan wajah tanpa ekspresi. Tidak berlanjut menanyakan hal hal yang tidak penting Rui bertanya bagaimana ia akan merubah tubuhnya. "Kau hanya perlu menfokuskan dipikiran wujud apa yang ingin kau gunakan dan minumlah darah mu sendiri" ucap Lin. "Gerakan Chi mu ke dalam pikiran itu" lanjut Lin. Tubuh Rui pun berubah menjadi pemuda yang sedikit pendek dengan mata ungu. Memakai pakaian ungu dengan bekas luka di mata sebelah kirinya. "Kenapa kau ingin memakai wujud itu?" Tanya Lin. "Tidak apa apa aku hanya suka dengan wujud ini karena lumayan sama dengan tokoh film yang aku sukai hahaha namun rambutnya berwarna putih perak..." Rui yang teringat dengan tokoh yang ia idolakan saat kecil. Lin menghela nafas kembali melihat kelakuan Rui yang seperti anak kecil.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN