Satu Lawan Lima

1648 Kata

Willy menyebutkan pesanan nya pada Seano. Namun tiba-tiba, satu buah ice cream kini berada tepat di hadapannya. Willy mendongakkan kepalanya ke arah depan untuk melihat siapa yang memberinya ice cream ini. "Kak Kean?" "Hai Willy, nih buat kamu." "Beneran buat Ily?" Tanya Willy dengan nada antusias nya. "Iya, nih." Saat tangan indah itu terulur untuk mengambilnya, seseorang tiba-tiba saja datang merampas barang yang kini berada di hadapannya. "No!" Ucap nya dengan tegas serta memberikan tatapan tajam nya pada Willy. Willy menatap sendu Ice cream yang kini tengah berada di genggaman Seano kemudian menatapnya tajam. "Biar abang beliin yang lain. Lihat sayang, ini ada kacangnya." Seano memperlihatkan kemasan ice cream itu pada Willy. Sungguh, ia sangat menyesal kala dirinya meli

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN