Mereka terlihat begitu canggung dan diam satu sama lain. Vanesa memilih untuk memainkan ponselnya daripada berdiam tak ada yang mengajaknya bicara. Namun, saat itu tiba-tiba terdengar suara seseorang yang memanggilnya. “Vanesa.” Terdengar suara lelaki menyapanya. Vanesa pun menoleh dengan spontan tersenyum kala melihatnya. “Arkan.” Vanesa lantas berdiri dan merengkuh tubuh laki-laki itu. “Kamu apa?” “Ehm, lagi ada meeting di sini. Kamu sendiri?” Arkan menatap ke arah Eza. “Siapa?” “Oh, dia Pak Eza anak dari pimpinan kantor aku bekerja. Oh iya, semalam lupa nggak bilang kamu kalau aku ketrima kerja.” Vanesa tampak begitu bahagia kala berbicara dengan Arkan. “Aku duluan ya, Van. Nanti pulang kerja aku ke rumahmu. Bye-bye, cantik,” ujar Arkan sembari melepas tangan Vanesa yang sebelumny

