Sedangkan Vanesa di tempat yang berbeda hanya terdiam. Dia tersipu malu meski Arkan tak ada bersamanya saat ini. Dia benar-benar dibuat bimbang dengan perasaannya saat ini, karena perlakuan Arkan yang begitu istimewa kepada dirinya. Bukan hanya itu, dia juga terlupa dengan masalah yang baru saja menimpanya. Sesampainya di rumah, dia bergegas turun dari taksi dan melangkah masuk ke dalam rumahnya. Dia tak menyapa diapapun di sana, melainkan langsung menuju kamarnya. Dia mengunci kamarnya, lalu merebahkan tubuhnya di atas kasur. “Arkan, apa ini yang dinamakan kau berhasil meluluhkan hatiku yang mengeras bak batu selama ini?” gumamnya. Vanesa hanya berpikir, apa benar dia mencintai Arkan ? Dia orang yang selama ini diabaikan, dijauhi dan disakitinya. Tetapi, saat dia membayangkan Arkan, ju

