Semakin Vanesa menunjukkan amarahnya, justru membuat Eza tersenyum semakin lebar. Kali ini, Eza beranjak dari tempat duduknya, kemudian melangkah menghampiri Vanesa. Dia berdiri tepat di kursi Vanesa kemudian menunduk dan berbisik ke telinga Vanesa. "Jangan terlalu jual mahal jadi cewek, malah bikin aku penasaran dan nggak akan lepasin kamu," bisik Eza tepat di telinga Vanesa. Vanesa seketika beranjak sehingga membuat kepala mereka kebentur sama lain, yang membuat Eza kesakitan. Vanesa menatap Eza dengan lekat dan menggebrak meja di depannya. "Kalau kau tak bisa mengharagi ornag lain, maka saya juga tak menghargai kamu." Vanesa keluar ruangan seraya membawa berkas yang belum ia kerjakan karena gangguan Eza sedari tadi. Dia berjalan menuju ruangan Pak Feri. Dia akan mengatakan apa saja

