"Papaku minta aku kerja di kantornya. Ada salah satu karyawan keliar mendadak karena diajak suaminya pindah. Sama Papaku suruh menggantikan posisi karyawan itu di kantor," jawab Vanesa. "Ih, kok aku sedih, ya. Kenapa keluar sih, Van? Ih, aku ikut," rengek temannya itu. "Ih, Jangan. Kakak di sini aja, ya. Bantu aku buat suratnya, nanti aku ckba ngomong sama Pak Feri. Semoga dia setuju, biar aku cepat keluar. Papaku kaosh waktu tiga hari harus keluar dari sini. Semaunya aja emang Papaku itu," gumam Vanesa. "Ehm, baiklah. Aku keluar dulu, Van. Takut fansmu tahu, berabe kita." Temannya berajak dari tempat duduknya , kemudian melangkahkan kaki meninggalkan Vanesa. "Fans siapa, weh?" "Hahaha, anak Bapak Bos yang terhormat, tuh," temannya tetap mengejeknya. "Dih, bisa aja Mbak ini. Jangan b

