"Ya, aku sama Zenio menganggap perhari ini sudah nggak ada hubungan sama sekali. Mungkin dia pergi ke luar Negeri bukan hanya untuk menuntut ilmu, tapi juga menjauhiku. Aku bilang ke dia untuk pulang untuk membeuktikan keseriusannya, tapi nyatanya hingga satu minggu dia nggak ada pulang sama sekali, bahkan untuk mengabarkan juga enggak. Sudahlah, memang ini yang terbaik. Untuk apa menunggu seseorang yang nggak mengharapkan kita kembali," jawab Vanesa. "Iya, itu semua keputusanmu. Apa yang terbaik bagimu, kamu sendiri yang berhak menentukan." Arkan hanya menjawab seperti itu. Entah apa yang saat ini bersarang di dalam hatinya. Dia merasa bahagia kala mendapat kesempatan bisa mendapatkan Vanesa, tapi di sisi lain dia bimbang kala melihat Vanesa murung karena keputusan yang ia pilih saat in

