Bab 33. Keputusan terakhir

1055 Kata

Zenio semalaman tetap terjaga. Dia tidak tidur hanya memikirkan pujaan hatinya. Memang terlalu berlebihan jika terdengar, namun apa daya jika cinta sudah menusuk dalam hati dalam melekat di sana. Terkadang orang sedang jatuh cinta di luar nalar tingkah lakunya. Walaupun banyak yang berkata, cinta orang seperlunya agar kau tak kecewa nantinya. Tapi hal mustahil mereka lakukan. Tok! Tok! Pintu pun diketuk oleh Reski. Dia hendak memberikan sarapan untuk Zeni pagi ini. “Zen, pintunya aku buka, ya?” Tak ada sahutan sama sekali dari dalam. Reski tetap mencoba mengetuk pintunya hingga beberapa kali. Hingga akhirnya Reski memilih untuk kembali menghampiri Antoni. Dia takut terjadi apa-apa dengan Zenio saat ini. “Kenapa kotak makanannya dibawa kembali? Nggak mau makan?” Antoni bertanya terlebih

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN