Sesampainya di rumah, dia bergegas masuk kamar dan tengkurap di atas kasur. Dia benci dengan keadaan ini. Tak hanya menyakiti hati orang lain, tapi juga menyakiti dirinya sendiri. Dia ingin menepati perkataannya, jika ingin mengabarkan hal itu dengan segera ke Arkan. Dalam kebimbangannya, dia pernah mengingat suatu perkataan yang ia dapat dari sosial media. Jika kamu mencintai dua orang dalam satu hati, maka pilihlah orang kedua untuk menjadi pendampingmu. Sebab, rasa cintamu yang sesungguhnya berada di orang kedua. Kau tak akan menghadirkan orang kedua, jika kau benar-benar tulus mencintai orang pertama. Apapun halangannya, tak akan ada orang kedua jika kau tak pernah berniat mengiyakannya. Vanesa dengan cekatan meraih ponselnya, lalu merubah posisi tubuhnya menjadi duduk. Dia menyender

