Bab 47 Trapped in Love Terdengar suara kunci dan perlahan pintu pu terbuka. Terlihat Silvi dari balik pintu dengan menundukkan kepalanya. “Silvi.” Vanesa kembali memanggilnya. Perlahan dia berani mengangkat kepalanya dan menatap Vanesa dengan matanya yang sayu. Dengan cepat saat itu juga dia merengkuh tubuh Vanesa dengan erat. Perlahan dia menjatuhkan tubuhnya dalam posisi duduk, kemudian sujud di kaki Vanesa. “Silvi.” Vanesa segera membantu Silvi untuk berdiri. “Kita masuk saja, yuk. Takut nanti di lihat tetangga nggak enak.” Arkan mengusulkan hal itu. Kontrakan dengan petakan kecil yang mana ruangannya di pisahkan dengan dinding tanpa pintu, membuat Vanesa sedikit prihatin dengan keadaannya. Mereka bertiga duduk di lantai yang beralaskan tikar sebagai ruang tamu Silvi saat ini. “S

