Bab 45. Gula kapas

1010 Kata

Setelah acaranya selesai, mereka segera bergegas hendak pulang. Termyata, saat keluar ruangan itu, dia sekelebat melihat seseorang yang dulunya sangat ia kenal. Selama acara, termyata Silvi ada di sana, tetapi enggak menampakkan dirinya sebab malu dengan kabar yang tersebar selama ini. Dia tahu, past teman satu kampusnya paham akan aib itu. Dia yang dulunya sok menjadi sesuatu yang hits di masanya dan ingin menjadi pusat perhatian, berbeda dengan kali ini yang justru ingin menyembunyikan dirinya. “Itukan Silvi?” Vanesa bertanya-tanya sembari menunjuk ke arah Silvi yang tak begitu jauh dengannya. Silvi yang dulunya selalu modis kala berpakaian, ternyata saat ini terlihat begitu awut-awutan. Tubuh dia pun telihat sangat gendut, tetapi wajahnya yang masih begitu familiar bagi Vanesa sukar u

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN