Bab 42 Trapped in Love Arkan terlihat serius menunggu jawaban yang akan dilontarkan oleh Vanesa. “Aku mau.” Vanesa tersenyum kala menjawab itu. “Jadi?” Arkan tersenyum dan dengan tidak sengaja dia spontas berdiri loncat-loncat layaknya anak kecil lagi. “Eh, maaf. Kamu mau jadi kekasihku?” Vanesa pun menganggukkan kepalanya. Arkan pun bergerak tanpa ia sadari, dia merengkuh tubuh Vanesa dengan begitu erat. “Akhirnya, perjuanganku bertahun-tahun mendapatkan hasilnya. Makasih, Van. Aku sayang banget sama kamu,” ujar Arkan. “Iya, Arkan. Aduh, erat banget melukmu, nggak bisa napas,” gumam Vanesa. Arkan pun spontan melepas pelukannya. “Ya Allah, maafin aku, Van. Aku seneng banget.” “Bantu aku untuk mencintaimu dengan tulus, ya. Aku berusaha membalas apa yang selama ini kau korbankan untu

