"Nama pengirimnya adalah Anne Dawson. Apa kau mengenalnya?" tanya Philip menatap Jeremia. Membolak-balik amplop beberapa saat sebelum meletakkannya kembali ke atas meja kerja Jeremia. "Anne Dawson?" ulang Jeremia. Sepasang alisnya berkerut menatap amplop dengan tatapan meneliti. Dia tak bisa memeriksanya sekarang, pekerjaannya masih menumpuk. Jika dijeda, kemungkinan besar dia tidak bisa melanjutkan lagi. Malas. "Iya!" Philip mengangguk. "Apakah ada salah satu temanmu yang memiliki nama itu?" tanyanya melihat kerutan di dahi Jeremia. "Entahlah, aku tak yakin!" Jeremia mengedikkan bahu. "Bisa saja, 'kan, ada temanku yang bernama Anne Dawson, tetapi aku melupakannya." Philip menggelengkan kepala, mulutnya berdecak. "Kau benar-benar teman yang buruk. Jika aku jadi temanmu, aku pasti a

