Anne meraung setelah sadar dari keterkejutannya. Dia tidak terima dan merobek surat dari kejaksaan yang dikirimkan atas namanya. "Ini tidak adil untukku, Papa!" erang Anne di pelukan Joshua. Air mata membanjir di pipinya. "Kenapa Kevin tega melakukan ini kepadaku, Ibu dari anaknya?" "Bukan Kevin, Anne." Joshua menggeleng. "Bukan Kevin. Sudah kukatakan padamu, pria itu sudah mati. Lagi pula, Kevin Naills memang tidak pernah ada. Dia hanya khayalanmu saja. Tokoh yang kau ciptakan untuk menyenangkanmu. Jadi, kumohon dengan teramat sangat, berhenti memanggilnya Kevin. Namanya Jordan Collins, bukan Kevin." Sekali lagi ia meralatnya. Tak pernah bosan sampai Anne sadar dengan kekeliruannya. "Sampai kapan pun aku akan tetap memanggilnya Kevin, Papa!" Anne bersikeras, disela isaknya. "Dan,

