Chapter14 - Drown

1189 Kata

Rompi berat itu jatuh menutupi tubuhku. Hangat. Bukan karena kainnya, tapi karena jemari yang baru saja menyibak rambutku dari wajah. Sentuhan yang tidak seharusnya dimiliki seekor naga seperti dia. Mata Gwazel yang biasa berkilat dingin kini redup, menatapku lama, lalu ia berbisik pelan, bukan untuk menyiksa, bukan untuk memerintah. Kata-katanya samar, seperti retak yang ia sembunyikan. Aku tidak menjawab. Aku hanya diam. Suaranya, nafasnya, semua itu terasa aneh. Aneh sekali. Untuk pertama kalinya dia menutupiku, bukan merantai. Untuk pertama kalinya dia mendekatkan wajahnya ke telingaku tanpa ancaman. Tapi toh aku tetap dibuang di tepi kolam. Tetap benda tak berguna yang dilepas. Langkahnya menjauh. Berat. Aku mendengar gaungnya perlahan lenyap, meninggalkan aku sendiri bersama air da

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN