Chapter 16 - Scent

1279 Kata

Malam di Desa Eldervale sunyi, hanya cahaya obor di jalan-jalan sempit yang berkelip diterpa angin. Langkahku terhenti. Aroma samar-manis menembus bau lumpur dan kayu basah, aroma yang tak salah lagi, darah kerajaan. Rasanya aneh, seperti ada daya tarik yang membuat udara sendiri bergetar, seolah seluruh dunia terbuat untuk melindungi satu garis keturunan itu. Lidahku nyaris mengecapnya meski hanya lewat angin. Aku mengikuti bau itu. Ujung desa. Sebuah bar reyot, pintunya setengah lapuk, tapi lampu minyak di dalamnya menyala terang. Sumbernya di sana. Aku menyibak pintu kayu, suara berderit menelan percakapan di dalam sekejap. Mata para pengunjung menoleh, sebagian dengan tatapan curiga, sebagian lagi dengan ketakutan samar. Aku menundukkan kepala sedikit, menyembunyikan sorot naga di b

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN