Chapter 17 - Taste

1525 Kata

Udara malam di luar bar terasa lebih dingin, menusuk kulit meski jubahku tebal. Para pemuda dari dalam bar ikut keluar, langkah mereka berderap di tanah becek. Bau alkohol, asap tembakau, dan tawa setengah sadar mengikuti mereka. Obor ditancapkan ke tanah, cahayanya bergetar, menyoroti wajah-wajah penasaran. “Serius, Ed?” seorang pemuda berambut cokelat kusut berseru sambil menyilangkan tangan. “Kau mengajak orang asing buat sparring? Sudah bosan membantai kami?” Ed tidak menoleh penuh, hanya memberi lirikan malas. “Kalau kalian berhenti mengulang pola yang sama tiap malam, mungkin aku tidak akan bosan.” Beberapa dari mereka tertawa. Yang lain mendengus, pura-pura tersinggung. “Aku tersinggung, tahu!” kata pemuda yang memegang botol bir hampir kosong, menunjukku seolah menuntut penjela

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN