Chapter 18 - Fracture

2530 Kata

Pintu kastil berderit ketika kudorong dengan bahu. Nafasku terputus-putus, dadaku terasa sesak seakan ada racun yang menggerogoti dari dalam. Kaki ini hampir tak sanggup melangkah, tapi aku memaksa. Kemejaku berlumuran darah, bercampur keringat dingin. Lengan atas dan bawahku koyak terkena sayatan, pinggangku pun robek, darahnya menetes, panas seperti api di kulitku. Suara langkah ringan mendahului kehadirannya. Veyra sudah berdiri di ambang tangga, cahaya obor menyalakan sorot matanya. Tidak ada kekhawatiran di sana, hanya kilau lapar, penuh antusiasme yang hampir gila. "Akhirnya..." bibirnya melengkung. "Bagaimana? Kau menemukannya, kan?" Aku hanya mengangguk, terlalu lelah untuk berkata-kata. Senyum Veyra merekah seperti bunga beracun. Ia menuruni tangga dengan tergesa, matanya men

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN