Perasaanku remuk redam. Keheningan mulai merayap disekelilingku. Aku tidak bisa mencegah nya pergi, aku tidak punya daya apapun. Saat langkah beratnya mulai menjauh, yang bisa kurasakan hanya rasa tercengkeram kuat tepat di jantungku. Lantai dingin dibawah lututku menegaskan kesendirianku. Rasanya sangat sulit untuk bernafas. Ketakutan menjalari punggungku. Dadaku terasa seperti diremas kuat oleh tangan yang tak kasat mata. Aku berusaha untuk bisa bernafas lagi, tapi sulit. Setiap kali aku mencoba malah membuatku terbatuk dan tersedak udara. Tidak bisa... bagaimana monster itu kini tega meninggalkanku.. Gwazel... Monster itu... Atau bukan? Dia mengurungku lagi dipenjara ini... Aku... Aku kembali menjadi tawanannya... Benarkah? Ah... kepalaku terlalu sakit untuk memikirkannya, pand

