Chapter 29 - Farewell

1220 Kata

Aku tahu tempat ini. Udara lembabnya, bau besi dan jamur di dindingnya, dingin yang merayap dari batu ke tulangku. Tempat ini dulu adalah neraka. Tempat di mana aku belajar tidak bersuara, tidak menangis, tidak berharap. Tapi kali ini… dia kembali membawaku ke sini. Tubuhku lebih dulu merasakannya. Jantungku berpacu cepat, sementara aku berusaha menahan agar nafasku tetap stabil. Seumur hidup berada di sini membuat kepalaku berputar. Gwazel menurunkanku perlahan, terlalu perlahan, bukan seperti dulu ketika tangan itu hanya tahu cara mencengkeram. Ini berbeda. Terlalu berbeda sampai membuatku merinding. Ada sesuatu di matanya, cahaya yang dulu tidak pernah kulihat di sana. Ia berlutut di depanku, bicara dengan lembut padaku. “Ini bukan kurungan lagi," suaranya bergetar. "Ini untuk mel

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN