Chapter 28 - Requiem

1926 Kata

Udara di ruangan itu berat, seolah menahan napas bersama kami. Aku menatap pintu yang baru saja ditutup Veyra. Dingin, sunyi, tapi masih bergetar oleh gema tawanya yang gila. Tawanya masih terpantul di dinding bahkan setelah langkahnya hilang. Seolah ruangan ini mengingat lebih banyak dari yang seharusnya. Di atas ranjang, gadis itu meringkuk. Tubuhnya gemetar halus, napasnya pendek dan tak beraturan. Matanya menatap tempat Veyra berdiri tadi dengan pandangan kosong yang dicemari ketakutan. Tangannya menekan dadanya kuat-kuat, seolah ingin menghentikan degup jantungnya yang terlalu keras untuk ditanggung tubuhnya yang rapuh. Aku menatapnya dan untuk pertama kalinya, aku benar-benar merasa takut. Bukan pada manusia. Bukan pada pangeran. Bukan pada kematian yang sudah kusambut seperti tem

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN