Suasana diantara kami seakan ada hawa dingin yang menyertai, aku menatap wanita yang ada di depan ini dengan santai begitupun juga dirinya. Tampak perutnya yang sudah mulai terlihat maju kedepan menandakan jika ada kehidupan di dalam sana yang katanya anak Bima tapi Bima bersumpah jika tidak pernah menyentuh wanita depanku ini cukup lama. Lantas apakah orang lain akan percaya jika itu bukan anak Bima aku rasa tidak karena orang pasti akan berpikir langsung itu anak Bima dan aku perusak rumah tangga mereka berdua. "Bagaimana kabar Bima?" tanya Mili, ya dia adalah istri Bima yang duduk di depanku dan mengajakku ke cafe dekat kantor "kamu yang meminta Bima meninggalkan saya?" membuatku menatapnya bingung "kamu tahu jika saya hamil anaknya Bima? kenapa kamu tidak berhenti saja jadi jalangnya

