26

1085 Kata

Aku tidak tahu harus menjawab apa atas pertanyaan Bima dan mencoba untuk mengalihkan perhatian dengan menyiapkan makan juga minumnya, tapi aku bisa merasakan jika Bima menunggu jawaban atas dari pertanyaannya. Tatapan Bima tidak berubah sama sekali dan aku hanya bisa diam, selain papa hanya Bima yang bisa melakukan ini kepadaku dan itu sukses membuatku tidak berkutik sama sekali. “Aku bertanya sekali lagi kesepakatan apa yang kamu buat?” aku hanya menghembuskan nafas “aku tidak masalah memberikan kepada Billy atau anak yang dikandungnya tapi kenapa kamu selalu bersikap seperti itu? tidak berpikir terlebih dahulu” Bima menghembuskan nafas “aku gak tahu harus bagaimana jika bertemu dengan keluargamu” “Kamu kesayangan papa” ucapku namun aku menatap Bima yang masih menatapku tajam “lagipula

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN