25

1043 Kata

Perkataan Rifat membuyarkan lamunanku dan menatap sekitar dimana kami sudah berada di tempat janjian dengan waktu yang lebih cepat dari waktu janjian, aku menatap Rifat yang menyiapkan berbagai macam alat dengan serius dan sukses membuatku penasaran alat apa tersebut yang tidak lama tangan Rifat menyentuh bajuku membuatku memukul tangannya seketika. “Dulu dipegang ok aja sekarang main mukul” gerutu Rifat “ini alat komunikasi kita agar kita tahu apa yang kalian bicarakan” jelas Rifat yang perlahan memasang alat di baju “aku ada di samping kamu tidak jauh semoga dia tidak menyadarinya dan ayo kita turun sebelum dia datang” aku mengangguk “jadi sudah siap?” Rifat menatapku yang langsung aku jawab dengan anggukan. Aku masuk terlebih dahulu dengan instruksi Rifat aku mengambil tempat tidak ja

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN