Semester akhir
Intan berlari dengan cepat karna hari ini dia kan melakukan ujian meja terakhirnya hinggah iya bisa segera yudisium dan wisudah ini yg dia tunggu akhir2 ini dia benar-benar sangat bersemangat karna dia ingin segera menyelesaikan perkulihannya dan mencari pekerjaan kantoran sperti yang dia idam-idamkan
"Aduhhhh" keluh intan karna dia tak segaja menabrak seseorang yg iya yakini badan orang ini terbuat dari batu sangat keras menghantao kepala intan dan iya pun terjatuh.
"Kalo lari liat" ucap sang penabrak
Intan seketika menoleh ke atas dan melihat siapa pria yang iya tabrak tadi dan seketika matanya membelalak tak disangka yang dia tabrak adalah radit yg di puja-puja semua mahasiswa yang ada di kampus ini.
Seseorang mengulurkan tangannya dan ternyata itu teman randi yang tak kalah gagah dari randi ikhsan namanya.
Intan pun meraih tangan tersebut dan mengucapakn terimakasih.
"Maaf saya buruh-buruh karna akan sidang dan tidak memperhatikan yang didepan saya sekali lagi maaf" ucap intan
"Sudahlah ngak penting juga minta maafnya" ucap ikhsan " yukk randi ngk usah di perpanjang lah dia sudah minta maaf"
Randi dengan wajah yang tak lepas memandangi intanpun berlalu begitu saja tanpa sepatah katapun.
"Okke lain kali hati-hati ya cantik" goda ikhsan sambil berlalu begitu saja
"Hmmmmmm untuk randi ngka marah astaga harus cepat-cepat ni semoga saja nama ku belum di sebut" dengan cepat intan berlari.
Hampir 1 jam intan berapa diruang sidang dan akhirnya selesai juga sidanf meja terakhirnya dan mendapatkan nilai A+ hinggah dia di tawari untuk bekerja menjadi sekertaris di salah satu perusahaan terbesar di jakarta.