Hari Pernikahan

1660 Kata
Di hari pernikahan, Keyna malah tidak bisa fokus karena memikirkan perkataan Nia kemarin dan sikap Erik padanya yang semakin hari semakin dingin. Mengingat bagaimana Erik yang begitu baik padanya dulu membuatnya tidak bisa untuk menghentikan perasaannya saja, ia ingin merubah Erik menjadi Erik yang ceria seperti itu, dan itulah yang diminta mendiang Ibu Erik padanya sebelum meninggal. Erik adalah salah satu tetangganya dulu, disaat anak seusianya bermain sepeda di rumah, ia hanya melihatnya dari balik jendela kamar karena statusnya masih belum jelas saat itu jadi keluarganya melarangnya untuk keluar. Lalu anak-anak itu mengajaknya main diam-diam, salah satu asisten rumah tangganya dulu membiarkannya main bersama mereka katanya ia harus bisa naik sepeda, dan mereka mengajarinya tapi ia sangat buruk sampai mereka terus mentertawainya tapi hanya Erik yang menolongnya lalu mengatakan tidak apa-apa jika ia terjatuh selagi ia masih bisa bangun dan mencobanya lagi. Dengan sabar, Erik mengajarinya sampai ia bisa tanpa pernah mentertawakan kegagalannya. Berbulan-bulan mereka semua masih bertemu, saling mengirim surat satu sama lain, bukan hanya ia dengan Erik tapi juga dengan yang lainnya. Sampai, satu persatu dari mereka pindah rumah lalu terjadi sesuatu pada Erik juga keluarganya. Keyna tidak mengetahui bagaimana jelasnya, tapi orangtua Erik bercerai saat itu disaat kondisi Ibu Erik yang sakit dan Ayah Erik menikah kembali dengan selingkuhannya. Erik bersama Ibunya kembali tinggal sederhana dengan Kakek dan Nenek Erik, mereka masih beberapa kali bertemu tapi Erik sudah berubah banyak bahkan tidak banyak mengatakan apa-apa padanya. Ibu Erik yang sedang sakit saat itu, mengatakan bahwa Erik sangat terluka karena perpisahan mereka tapi Ibu Erik tidak memiliki pilihan untuk berpisah lalu memintanya untuk berteman dengan Erik selamanya dan saling membantu. Keyna mengiyahkan, saat itu menyadarinya bahwa ia tidak hanya ingin berteman dengan Erik tapi juga menyukainya dan menginginkan lebih, tapi ia tidak bisa mengatakan apapun karena situasi buruk diantara mereka. Tapi, ia sempat kehilangan kontak Erik ketika Erik pindah ke luar kota, sampai salah satu teman kecil mereka mereka memberitahunya bahwa Erik sudah kembali tapi Ibu Erik sudah meninggal. Setelah mencari tahu, Erik tinggal bersama paman dan bibinya disini lalu bersekolah tidak jauh dari tempat tinggal mereka dulu. Keyna yang selalu bersekolah di rumah, memohon padanya agar membiarkannya sekolah di sekolah biasa dan dengan bantuan kakeknya juga pada akhirnya ia bisa pindah ke sekolah yang sama dengan Erik di awal tahun ini walaupun Erik memang sudah berubah, dia tampak seperti orang yang berbeda sekarang. Setelah yang terjadi pada Erik selama ini, Keyna bisa mengerti mengapa Erik menjadi lebih pendiam tapi tidak mengabaikannya juga. Keyna tidak mengerti tentang itu, malah seperti Erik yang membencinya padahal seingatnya tidak ada masalah antara mereka sebelum Erik pindah. Sudahlah, ia harus fokus dengan pekerjaannya sekarang. Keyna sudah siap untuk pergi dengan mengenakan gaun tersebut dan berdandan secantik juga serapih mungkin dengan menggerai rambut panjang hitam bergelombang kecoklatannya itu, juga menambahkan riasan bunga cantik di rambutnya tersebut. Sebelum pergi kebawah, tidak lupa Keyna menyemprotkan parfume juga melihat penampilannya sekali lagi, ia sangat cantik jadi ia menjadi percaya diri bahwa semuanya akan berjalan lancar, setidaknya ia akan mendapatkan jutaan bahkan puluhan juga. "Dan, aku harap aku bisa memilikiku baby..." Ujarnya pada tas ditangannya yang di pinjamkan Enzo. "Ini sangat cantik," Di bawah sana, Enzo sudah siap menjemputnya dengan mobil antiknya itu yang membuat Keyna terpesona, rasanya kakeknya memiliki mobil seperti itu. Enzo meminta maaf tidak bisa menjemputnya dengan mobil yang lebih baik, karena keluarganya menggunakan mobilnya jadi ia membawa yang tersedia saja di rumahnya. Keyna tidak masalah, ia menyukai mobil seperti ini juga walaupun ia tidak tau banyak tapi mobil seperti ini pasti memiliki banyak sejarahnya tersendiri. Enzo membenarkan. Keyna mengangguk sambil membenarkan posisi duduknya di samping Enzo. Keyna melihat kembali ke arah pria itu yang fokus mengendarai mobilnya tanpa mengatakan sepatah katapun mengenai penampilannya, maksudnya adalah ia sudah bedandan secantik mungkin dan ia percaya semua pria di dunia ini akan mengatakan ia cantik, tapi mengapa tidak ada satu katapun dari pria itu. Enzo membuka mulutnya dengan mengatakan sejauh apa Keyna menghapal keluarganya. Keyna menjawab sejujurnya bahwa ia tidak bisa terlalu mengingatnya karena ia sibuk tiga hari ini tapi jangan khawatir karena ia sudah mengingat intinya, Enzo tidak bisa memaksa Keyna menghapal semuanya juga jadi jika dia sudah mengingat hal penting maka itu sudah cukup, mereka hanya perlu berjaga-jaga jika itu diperlukan nanti, dan semuanya akan baik-baik saja. Mereka sampai ke gedung pernikahan yang ternyata sederhana dari apa yang di bayangkan Keyna, tapi ini masih terlihat bagus dan tetap terlihat menawan. Keyna ingin menikah di tempat seperti ini,sebuah gedung besar yang sekitarnya dikelilingi halaman juga pepohonan,apakah ia bisa menyewa tempat ini nantinya tapi ini terlihat seperti tempat pribadi? "Oh, boss...anda sudah datang bersama..." Keyna langsung merangkul lengan Enzo. Enzo berkata itu adalah Regan yang merupakan asisten pribadinya, dia juga mengetahui tentang semua termasuk Keyna yang bukan pasangannya. Keyna langsung melepaskan lengannya perlahan, pantas saja ia tidak melihat Regan dalam lembarann yang diberikan Enzo padanya. Enzo mengatakan jika tidak adanya, lebih baik bersama Regan. Keyna mengerti, ia melihat wajah Regan yang juga rupawan. Mengapa pria dewasa terlihat tampan? Lihat saja teman-teman sekolahnya kecuali Erik yang biasa saja, mereka bahkan tidak memperhatikan padahal jika mereka melakukannya maka mereka akan terlihat lebih baik juga. "Oh...kotoran burung!" Entah bagaimana sekarang malah bahu Enzo terkena kotoran burung di hari seperti ini. Enzo dengan tenang melihatnya, ia memberitahu bahwa ia akan mengambil cadangan jas di mobil keluarganya di parkiran kebelakang sekaligus membersihkan membersihkan kotoran tersebut dan meminta Regan untuk menemani Athena. Nama gadis yang ia ketahui. Regan membawa Keyna ke depan, sebagian keluarga Enzo masih di perjalanan dan sebagian lagi di belakang tapi lebih baik menemui mereka nanti saat Enzo sudah kembali. Mereka berdua melihat Enzo yang hampir terjatuh disana, Keyna langsung bertanya apa Enzo baik-baik saja. Tanpa berbalik, Enzo menganggukan kepalanya. "Ah..bosmu ceroboh padahal wajahnya menakutkan," Oh, ini keterllaluan. Keyna melihat Regan yang malah setuju dengan apa yang dikatakannya, daripada ceroboh malah ia berpikir bosnya itu memang sial. Regan menyebut salah satunya adalah setelah pertemuan dengan Athena kemarin di hotel, dia hampir tertabak mobil dan masih banyak hal lainnya seperti hari ini jadi kejadian ini tidak aneh bagi mereka. Regan rasa Athena harus mengetahuinya, menurut kepercayaan keluarga Enzo jika mereka tidak menikah di usia tiga puluh tahun maka dia akan terus sial. Aneh memang tapi ternyata itu sering terjadi setelah Enzo menginjak usia tiga puluh tahun jadi itulah mengapa Nyonya besar sangat ingin kakak perempuan Enzo menikah sekarang karena bisnis yang dia jalani selalu gagal, katanya itu karena belum menikah, ini seperti kutukan di keluarga Lorenzo. "Eh, tidak mungkin! Aku rasa dia hanya....ceroboh?" "Aku juga berharap seperti itu," Regan menghela nafas berat, lalu mengulurkan tangannya mengenalkan dirinya. "Regan. Senang bertemu denganmu....Athena," Keyna bahkan lupa bahwa ia mengenalkan dirinya sebagai Athena pada Enzo. Regan pasti mengetahui namanya dari Enzo. Keyna tersenyum lebar membalas uluran tangan itu sambil meminta Regan untuk menceritakan sedikit tentang Enzo karena ia tidak banyak mengetahui pria itu, ia khawatir jika penyamarannya akan ketahuan. "Bosmu hanya menulis hal baik tentang, tapi tidak tentang hal buruk? Aku mau bertanya langsung tapi...dia menakutkan." Itu bisa di mengerti, semua orang yang melihat Enzo juga akan berpikiran sama seperti Reina dengan mengatakan dia menakutkan. Enzo memang seperti itu, dia tidak teralu suka berinteraksi dengan manusia tapi menyukai wanita, dia benci serangga dan alergi dengan bulu kucing atau anjing, tidak terlalu suka sayuran dan minuman soda, tapi sangat suka alkohol, saat lelah dia bisa tidur seharian atau saat serius dia tidak akan tidur sama sekali. "Ah, satu lagi. Dia takut hantu." "Ah...hantu? Hah?!" Keyna menahan tawanya, rasanya tidak mungkin. Itu tidak cocok dengan kepribadian Enzo yang dingin. "Beneran?" "Ya! Dia sanga takut dengan itu karena..." "Regan! Dimana Enzo?!" "Nyonya...." Seorang wanita yang kemungkinan Ibu Enzo itu menghampiri mereka dengan berjalan terburu-buru mengatakan bahwa Lena melarikan diri, bukan hanya Lena tapi calon suaminya- Jonathan juga tidak ada di kediamannya, dan keluarganya sedang mencari keberadaan mereka tapi tidak ada yang tahu bahkan teman-teman mereka sekalipun. Julia melihat gadis di samping Regan. "Siapa?" Keyna akan menjawabnya tapi Regan mendahuluinya dengan mengatakan bahwa dia adalah gadis yang bersama Enzo. Julia tersenyum, ia segera mengulurkan tangannya untuk berkenalan yang di sambut oleh Keyna dengan ramah dan memperkenalkan dirinya. "Senang bertemu dengan anda, saya Keyna....maksud saya Athena." "Senang bertemu denganmu juga, kamu sangat cantik...tapi maaf. Aku harus pergi lagi," Julia melihat Regan lalu mengatakan untuk membantu mencari keberadaan Lena juga memberi tahu Lorenzo. Regan mengiyahkan, ia akan meminta kenalannya mencari tahu keberadaan Lena. Sekarang, Keyna dan Regan saling melihat satu sama lain. Regan berbicara lebih dulu, "Keyna? Itu nama namamu?" Ah, apa yang baru saja ia lakukan? Keyna meminta maaf, ia hanya terbawa suasana tapi yang lebih penting sekarang apa yang terjadi karena ia mendengar bahwa Lena-kakak Enzo itu melarikan diri, lalu bagaimana dengannya sekarang? Keyna juga merasa harus memberi tahu kesalahannya karena menyebut dirinya Keyna. Itu tidak penting sekarang, ia meminta Keyna menunggu sebentar disana karena ia ingin mencari Enzo untuk menjelaskan apa yang terjadi karena sebentar lagi para tamu akan datang jadi, ini sudah terlambat memberitahu pembatalan pernikahan. Regan pergi begitu saja meninggalkan Keyna yang masih kebingungan, ia bahkan merasa anak hilang sekarang karena berdiri di tempat asing yang tidak ada siapapun. Apa pernikahannya batal sekarang? Lalu bagaimana dengan uangnya? Sepertinya ia harus melakukan sesuatu, ia tidak tau. Keyna merasa sangat bodoh sekarang karena tidak memiliki rencana lainnya dan hal seperti ini belum pernah terjadi padanya. Pertama, ia hanya perlu mencari Lorenzo lalu. Tapi, ia tidak tau harus mencari pria itu kemana. Sial. "Athena...." Sang tokoh utama selalu muncul di saat yang tepat, Keyna langsung menghampiri Enzo dengan mengatakan bahwa ia melakukan kesalahan dengan menyebut nama aslinya pada Ibu Enzo tadi, walaupun dengan cepat ia menyebut nama aslinya kembali dan ia sama sekali tidak keberatan jika bayarannya di potong. "Lalu....Apa yang terjadi sekarang?" "Aku akan membayarmu tiga ratus juga jika kamu bersedia menikah denganku, maukah kamu berpura-pura menikah denganku, Athena?" Keyna melihat Enzo dengan bingung, ia hanya bisa mendengar jumlah uang yang akan di bayar Enzo kepadanya jadi tanpa pikir panjang atau keraguan apapun itu. "Aku bersedia,"
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN