“Kak hiks— Bapak kak hiks...” “Bapak masuk Rumah Sakit, Kak—hiks.” Oceana menatap ke arah Prily dengan air mata yang mengalir dengan deras. Ia sangat takut ketika mendapat kabar bahwa Ayanya masuk Rumah Sakit. Bayu memang jarang sakit namun sekali sakit, pria itu akan membuat semuanya anggota keluarga khawatir. Sebelumya, gadis itu memang sudah memiliki firasat buruk kepada Ayahnya yang sudah dua hari tidak berselera makan dan hanya ingin berbaring di kasur. Ibu mengatakan bahwa Bapak baik-baik saja, beliau hanya butuh istirahat sejenak. Perasaan Oceana semakin menjadi ketika pagi tadi hendak meninggalkan rumah untuk sekolah. Ia sudah menawarkan untuk libur dan menjaga Bapak selagi Ibu berjualan membuka warung Mie Ayam. Tetapi, Ibu tetap memintanya untuk sekolah. Namun, ketika sedang

