Forty Nine

1648 Kata

“Gue enggak sudi dekatan sama napi kayak lo!” Prily membeku, bolanya menatap terkejut ke arah gadis enam belas tahun yang balas menatapnya tajam dan benci—seolah ia memiliki penyakit mematikan yang akan menular jika tersentuh.  “Papa ngapain sih ajak wanita itu kesini?!” seru Pricilia protes kepada Ayahnya. “Dia itu sekarang jadi tranding topic dimana-mana. Enak kalo beritanya bagus, ini malah jelek!”  hardik gadis itu lagi. “Pricilia, jaga ucapan kamu.” Pradipta bersuara ketiks mendengar ucapan putrinya yang tak pantas. Pricilia berdecih sambil melirik sinis ke arah Prily. “Lihat, Papa sekarang bela dia daripada aku yang anak kandung Papa,” cibirnya. “Jangan-jangan benar kalo dia jual dirinya sama Papa.” “Pricilia!” tegas Pradipta sedikit mengencangkan suaranya membuat gadis itu terk

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN