“Lo harus makan, Pril, walau makanan ini enggak ada rasanya,” ujar Prily menyedihkan. “Kayak Pak Dipta sama lo, enggak ada rasa,” lanjut gadis itu memegang sendok dan menyendokan nasi ke dalam mulutnya. Ditatapnya lagi sepiring nasi putih dan telor mata sapi itu dengan tak berselera. Andai saja, Biya sudah pulang. Wanita itu pasti akan menghidangkan sarapan yang enak untuknya. Ck, Prily benar-benar bisa mati tanpa Abiya. “Tiga suap lagi, terus udah.” Prily berbicara dengan dirinya sendiri. “Jangan sampai lo buat malu Pricilia nanti karena pingsan!” Hari minggu ini, seperti yang dijanjikan Prily pada Pricilia. Ia akan menemani hari pertama gadis itu di lokasi syutingnya. Dirinya benar-benar tak sabar untuk hari ini. Gadis itu yakin, hari ini akan menjadi hari dimana dirinya terlahir me

