“Enggak on time banget, sih,” dengus Pricilia ketika melihat jam di tangannya yang menunjukan waktu telah lewat dari jam janjian mereka. Gadis itu menyandarkan tubuhnya di depan pagar rumahnya, sengaja tak menunggu di dalam karena masih ada Pradipta di rumah. “Awas aja, gue tunggu berapa menit lagi kalo si babi Brian itu enggak muncul, gue tinggal tidur!” Baru saja gadis itu berbicara seperti itu, sebuah motor gede berhenti di depan rumahnya. Sial, gagal ia ingin tidur! “Lo kemana aja, sih? Udah gue tungguin dari tadi, lo telat tau enggak?!” Brian melepaskan helm full facenya, menampakan wajah tampannya. Jika saja Pricilia tidak jatuh cinta dengan Kanaka sampai mampus, ia mungkin akan terkesima dengan ketampanan Brian. “Gue telat cuman lima menit, lo marah kayak telat satu jam,” ketus

