Fifty One

1991 Kata

Tok! Tok! “Cia, ayo makan malam dulu!” “Nanti...” gumam Pricilia yang membenamkan wajahnya di bantal. Ia sebenarnya tidak yakin sang Papa yang berada di luar sana mendengar ucapannya. Sungguh, Pricilia sangat lelah sekarang. Gadis itu benar-benar butuh tidur hingga besok—-atau setidaknya hingga rasa lelah di tubuhnya berkurang. Pricilia baru tahu kalo berakting itu benar-benar melelahkan. Sebanarnya semua itu tidak menghabiskan banyak waktu jika lawan mainnya berakting tidak melakukan kesalahan. Karena para pemain lain—yang menganggap dirinya hebat karena sudah lebih dulu terjun di dunia perfilman itu malah membuat Pricilia menjadi sangat kesal dan capek. Bagaimana tidak membuat emosi? Mereka terus-terusan salah. Entah dialog yang lupa, salah mengambil bagian hingga bicara yang terbel

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN