Fifty Two

1987 Kata

“Mas Agam, saya udah cantik belum?” tanya Prily pada Agam yang berada di sampingnya. Saat ini mereka berada ruang tunggu yang cukup nyaman. Acara yang mengundang Prily itu akan tayang satu jam lagi, jadi mereka masib harus menunggu bahkan pembawa acaranya saja belum datang. Agam tertawa saat Prily bertanya seperti itu padanya. “Kamu sudah cantik kok,” jawab laki-laki itu jujur. “Saya sudah bisa menebak sih, Mas,” kekeh Prily dengan percaya diri membuat Agam ikut tersenyum mendengarnya. Senyum gadis itu perlahan menghilang, digantikan dengan hembusan nafas. Prily memilih diam, ia sebenarnya ingin mengobrol banyak dengan Agam. Pria itu sangat baik padanya, bahkan rela menggunakan waktu libur mengajarnya hanya untuk menemani Prily disini. Tapi, entah mengapa, Prily  sama tifak sekali pena

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN