“Taksi!” Pricilia melambaikan tangannya ke arah sebuah taksi yang hendak berhenti di depan pintu masuk Bandara. “Taksi!” seru seorang wanita paruh yang tiba-tiba muncul di samping Pricilia sambil melambaikan tangannya ke arah taksi yang sudah ditandai gadis itu. Ketika taksi itu sudah berhenti di depan mereka, sang ibu itu langsung membuka pintunya yang tentu saja tidak dibiarkan begitu saja oleh Pricilia. Gadis itu ikut menahan pintu itu dengan tangannya. “Nak, ibu deluan ya taksinya,” pintu Ibu itu membuat Pricilia berdecak kesal dengan tingkahnya yang asal serobot dan sekarang baru meminta padanya. “Ibu mau pergi,” tambahnya membuat emosi. “Lah emang ibu pikir saya pesan taksinya buat apa? Saya juga mau pergi kali,” ketus Pricilia sambil mendengus membuat Ibu itu langsung menatap de

