“MAS AGAM!” Gadis itu menggelengkan pelan, tangannya perlahan menampar pipinya sendiri berharap bahwa apa yang ada di depannya hanyalah sebuah mimpi buruk dan ketika ia terbangun semuanya akan baik-baik saja. “P-prily....” “Mas Agam? Mas Agam ya ampun Mas hikss...” Dengan tubuh bergemetar Prily mendekat ke arah tubuh Agam yang bersimbah darah. Sebuah luka tusukan di bagian d**a dan perut terus mengeluarkan cairan merah. Gadis itu kembali menggeleng, kenapa? Kenapa ini terjadi padanya?! “Mas lukanya....” Prily berusaha menggunakan tangannya yang bergetar untuk menutupi luka pria yang kini terbaring di lantai hotel—berharap bisa menghentikan cairan merah itu dari sana. “Mass...” Gadis itu menggeleng ketika darahnya terus masih mengalir, hal yang ia lakukan sangat percuma. Agam yang mu

