“Saya terima nikah dan kawinnya Prily Seana binti Hendang Pramono dengan seperangkat alat sholat dan perhiasan dibayar tunai!” “Sah?” “SAH! Prily menitihkan air matanya ketika mendengar suara lantang Agam yang terdengar dari televisi yang terhubung langsung dengan ballroom hotel. Suara itu kini membuatnya sah menjadi seorang isteri dari Agam Kuswara. Gadis itu kembali menatap pantulan dirinya di cermin yang mengenakan gaun pernikahan impiannya. Wajahnya sudah sangat cantik berkat hasil hiasan penata rias terkenal. Ia kembali menatap ke arah televisi yang menampilkan sosok suaminya yang mengenakan pakaian senada dengannya. Agam nampak sangat tampan. Sekarang tidak ada lagi yang membuat Prily ragu untuk mencintai Agam. Laki-laki itu telah menjadi suaminya. Tempat semua cintanya bersaran

