Sebuah sepeda motor melaju memasuki gerbang hunian apartemen, si pengemudinya tepat memberhentikan motor itu parkiran. “Duh, duh, enggak bisa turun,” keluh Prily ketika kedua tangannya masing-masing memegangi satu rantang berisi lauk pauk. Agam yang tertawa melihat bagaimana wajah Prily yang nampak meminta bantuan. “Mas bantuin!” seru Prily cemberut. “Iya, sebentar,” ujar Agam sambil melepaskan helm yang ada di kepala gadis itu dan meletakannya di kaca spion. “Ambilin satu rantangnya juga,” keluh Prily. Jika saja Hendang tidak mengatakan bahwa dua buah rantang ini berisi sayuran berkuah yang bisa saja tumpah, ia tidak perlu meminta pertolongan pada calon suaminya yang menyebalkan itu. “Mas foto dulu ya,” ucap Agam terkekeh geli membuat Prily semakin kesal. Crekk! Crekkk! “Bagus lho

