“Mbak Qila istirahat aja, biar saya yang jagain Pricil sama Pak Dipta,” kata Prily yang kasihan melihat kondisi Qila yang tak berhenti mengurut dahinya. Pusing. Qila yang mendengarnya itu menggeleng sambil tersenyum kecil. “Saya enggak bisa tidur di sofa, Pril, yang ada nanti saya malah tambah capek.” “Mbak Qila mau pulang aja?” tawarnya. “Enggak ada yang nungguin Pradipta sama Cia, kasian kalo nanti mereka butuh apa-apa.” “Kalo Mbak Qila enggak masalah, saya mau kok jagain Pak Dipta sama Pricil,” kata Prily sambil mengangguk. Prily yah melihat Qila nampak heran buru-buru kembali berujar agar wanita di depannya tidak salah paham. “Saya beneran cuman mau bantu kok, Mbak. Pak Dipta udah baik banget sama saya dan keluarga. Jadi, kalo saya bisa bantu, kenapa enggak?” “Kamu ternyata oran

