“Ada apa kamu ke sini?” “Saya akan berhenti mengejar Pak Dipta. Asal bantu saya untuk kali ini saja. Saya mohon, Pak!” Pradipta sontak langsung mengalihkan pandangannya pada sesuatu yang harusnya tak ia lihat ketika mendengar permohonan wanita di depannya. Lelaki itu menatap wajah Prily. Ekspresi sungguh-sungguhnya tak perlu diragukan. “Jika perlu saya akan berlutut di kaki Pak Dipta!” serunya lagi. Gadis itu perlahan membungkuk tubuhnya namun dengan cepat Pradipta menahan lengan gadis itu membuat Prily mendongak. “Apa yang akan kamu minta jika saya membantu kamu?” tanya Pradipta mengalihkan pandangannya ke arah derasnya hujan. Prily mengerjap-ngerjapkan kelopak matanya. Gadis itu tersenyum kecil, nyatanya walau lelaki itu sudah sangat marah padanya, Pradipta masih mau mendengarkanny

