Twenty

1502 Kata

“Lo tenang aja, Dian. Pak Dipta pasti bakal buat lo bersama Yura lagi dan lepas dari si b******k Rendra!” Prily menatap Dian dengan sorot mata penuh keyakinan. Seulas senyum dari bibir gadis itu terbit untuk berusaha meyakikan sahabatnya. “Pak Dipta bilangnya agak terlambat,” ujar gadis itu sambil melirik jam di tangannya. Dian dan Prily memang sedang menunggu kehadiran Pradipta, mereka sudah membuat janji di jam makan siang untuk membahas hal ini langsung dari mulut Dian. “Gue takut, Pril,” wajah Dian nampak khawatir, posisi duduknya sedari terus berubah seolah merasa tak nyaman dan ketakutan. “Gue takut terjadi sesuatu hal yang buruk, Pril.” “Takut apa?” tanya Prily mengerutkan dahinya, gadis itu mengambil dan menggengam tangan sahabatnya yang terasa dingin. Namun, Dian tak memberikan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN