Forty Two

1717 Kata

“Ibuuu—hikss—tolong dengerin Prily, Bu. Prily enggak ngelakuin hal itu, Bu...” “PERGI KAMU DARI SINI, SAYA MALU PUNYA ANAK SEPERTI KAMU!” Gadis itu memejamkan matanya ketika tak sanggup melihat kilatan amarah dan kekecewaan yang berkumpul satu di wajah ibunya. Tak pernah sekalipun Prily pernah mendengar ibunya yang terkenal lemah lambut berteriak seperti ini. “Ibuu—-hiks tolong Prily, Bu...” Gadis yang sudah jatuh terduduk lemas itu memeluk kaki ibunya dengan erat, wajahnya basah, bajunya pun ikut meninggalkan bekas air mata. Dadanya terasa sesak, tubuhnya mulai tak bertenaga. “Ibu hiks— Ayah ngusir Prily, Bu...” Prily terus mengeluarkan air mata, hatinya terasa sangat sakit saat pria yang menjadi cinta pertamanya tidak mempercai ucapannya. Lebih parah lagi, pria itu ingin mengusirnya.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN