“Sebenarnya apa yang terjadi dengan kamu?” “Saya—“ BRAKK! Pintu ruangan kesehatan tiba-tiba dibuka dengan heboh, terlihat Gendis dengan nafas terengah-engah menatap Pradipta dan Prily panik. “PAPA CIA, CIANYA BERANTEM!” Pradipta yang terkejut sontak berdiri dari tempat duduknya. “Dimana Cia sekarang?” tanya lelaki itu ikut panik. “Di kantin, Cia berantem sama anak kelas 12,” jawab Gendis sambil meringgis. “Saya ikut, Pak!” seru Prily yang sudah berdiri di samping Pradipta. “Tidak usah kamu masih sakit,” tolak Pradipta menatap Prily membuat gadis itu ikut merenggut. “Saya cuman mau mastiin Pricil baik-baik aja kok, Pak. Bukan mau ikut berantem!” sunggut gadis itu yang akhirnya diangguki oleh Pradipta. “Ayo, Om sama Miss saya anterin!” Sedangkan di kantin, tentu saja menjadi sebua

