Pukul empat sore, Pricilia baru tiba di rumah. Gadis itu sengaja pulang lebih lama sebab menghindari para wartawan yang masih saja belum menyerah untuk mencarinya. Dan, ia dengan terpaksa mengendap-endap pulang ke rumah dengan bantuan Brian yang mengantarkannya. Pricilia mendorong pagar rumahnya sedikit, cukup untuk ia lewati saja kemudian kembali menutupnya. Gadis itu menghela nafasnya panjang ketika hampir sampai di depan pintu rumahnya, pasrah dengan apa yang terjadi. Cia tidak terkejut ketika melihat mobil Omanya sudah terpakir rapi di samping mobil Papanya. Setidaknya ia sedikit lega, ia kira Sahara akan langsung mendapat serangan jantung dan dilarikan ke Rumah Sakit setelah melihat ia mengancakan jari tengah ke arah wartawan. Baru saja hendak membuka pintu, Pradipta lebih dulu me

