Thirty Eight

2243 Kata

“Miss! Miss!” “Berhentiiiii!” “Apalagi Pricilia? Astaga!” Prily meminggirkan motornya ketika Pricilia berteriak meminta berhenti, rasa ingin mencampakan gadis itu di jalanan meningkat. Sejak Pricilia meminta menginap di rumahnya yang ia setujui karena kasihan juga, gadis itu tidak henti-hentinya membuat Prily kesal. Berhenti di warung karena ingin membeli alat mandilah, ingin beli jajanan yang mereka temui saat hendak pulang, ingin berfoto saat menemukan tempat baguslah “Apalagi hah?!” tanya Prily yang kesabarannya sudah habis, lihat saja jika kembali berulah, akan ia lahap hidup-hidup gadis itu. “Ih, Miss Prily santai dong,” katanya sambil tersenyum lebar. “Aku mau coba duduk hadap belakang dong,” pinta Pricilia dengan bola mata berbinar. “Ngapain? Kayak anak kecil aja,” sahut Prily

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN