Thirty Nine

2167 Kata

“Pak Dipta jago banget masaknya!” Pricilia yang sedari tadi menyandar di pintu dapur mendengus, ia benar-benar bosan dengan pujian yang diberikan Prily untuk Pradipta yang tengah memasak. Padahal Ayahnya itu hanya menuangkan kecep ke dalam nasi dan mengaduknya, bukan sedang aktraksi di atas udara. Gadis itu memang sengaja berdiri disini dan tidak masuk ke dapur karena ukuran dapur Prily tidaklah besar. Priclia benar-benar tajkub dengan Prily, perempuan itu benar-benar tahan banting. Ia yakin entah sudah berapa kali Pradipta menolaknya namun gadis itu tatap saja menatap Ayahnya dengan pandangan berbinar.  Pricilia tidak tahu apa yang membuat Prily sangat ingin mengejar Ayahnya. Harta? Tidak mungkin, Prily terlihat seperti wanita pekerja keras, ia mungkin mampu beli apa yang ia mau. Pop

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN