Forty

1770 Kata

“Papa.” “Hem,” jawab Pradipta sambil mengelus kepala Pricilia yang berada di pahanya. “Apa bintang yang paling terang itu Mama?” tanya Pricilia sambil menujuk bintang yang paling terang diantara bintang-bintang lainnya. “Aku pernah dengar, katanya orang yang kita sayangi kalo udah pergi jadi bintang.” Pradipta dan Prily yang penasaran ikut menatap langit yang ditunjuk oleh Pricilia, keduanya kemudian kembali menatap gadis itu yang masih melihat ke arah bintang. “Mama enggak jadi bintang walau begitu Mama akan selalu ada di hati Cia.” Prily tersenyum haru, hatinya terasa ikut meleleh saat mendengar perkataan Pradipta yang terasa sangat menyentuh. Mereka berdua harus kehilangan orang yang amat berarti dalam hidup sebab Savana adalah seorang isteri dan juga ibu. “Aku ngantuk,” kata Pric

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN