~>Seket papat<~

1217 Kata

Pagi tak seperti biasanya si pucat terlihat begitu sumringah. Senyum terus ia tunjukkan sejak bangun pagi ini. Setelah memakai pakaian sang istri masuk dan segera merapikan dasi suaminya. Reina mengikat dasi, sementara Yogi beberapa kali mengecupi kening Reina. Pria itu layaknya anak muda yang di mabuk asmara. Kini hatinya berbunga-bunga padahal Reina jelas katakan hatinya belum bisa di miliki Yogi sepenuhnya. "Mas kamu kalau mandi pagi lama banget? Luluran kamu?" Yogi seolah tercekat. Ia berdeham beberapa kali sebelum akhirnya menjawab pertanyaan Reina. "Hmm? Enggak." Reina menatap sekilas lalu menatap Yogi dengan memicingkan matanya. "Hmm, jangan bilang morning sindrom?" Yogi mendekatkan wajahnya ke telinga gadis dihadapannya. "Jangan tanya-tanya kalau kamu enggak bisa kasih jalan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN