Karyo meninggal begitu tiba-tiba. Malam hari beliau sibuk melakukan siskamling. Pagi hari tidur sejenak lalu bersepeda untuk membeli lumpia kesukaan. Pulang ia merasa tak enak badan, Bapak lalu memilih rebah dan beristirahat. Hanya saja istirahat ayah Reina itu lebih panjang, terlalu lelap hingga tak kembali. Karyo rajin berolahraga, bersepeda jadi salah satu kesukaannya. Pun dalam hal makanan dan istri selalu memberi makanan lengkap gizi. Ini bukan salah siapa, bukan karena apa, dan mengapa. Takdir Tuhan adalah sebuah ketentuan yang mutlak. Dan hari itu hari di mana seorang anak perempuan yang hancur, saat ayahnya berpulang pada Tuhan. Reina telah tiba di Jakarta sejak kemarin, mereka memutuskan tinggal di rumah Nindi. Hanya saja malam ini kondisinya tak baik ia demam tinggi. Yogi ter

