6a) Ingatan Kelam

1209 Kata

Suara riuh di lorong rumah sakit tidak membuat wanita yang masih duduk di lantai dengan pandangan kosong terusik, pikirannya jauh berkelana memikirkan berbagai kemungkinan terburuk untuk seorang wanita yang masih berada di meja operasi.   “Ya Allah, selamatkanlah dua orang tak bersalah di dalam, hamba mohon” gumamnya berulang-ulang berharap dengan penuh bila permohonannya dikabulkan.   Sekembalinya dirinya sadar dengan luka dahi yang sudah diobati, lari tak tentu arah menjadi tindakan pertama darinya, mencari keberadaan seseorang yang sama sekali tak dikenalnya namun dengan skenario nasib menjadi suatu rantai kehidupan yang masih belum tahu bagaimana ujungnya.   Setidaknya, pikiran bila dirinya telah membunuh ibu dan anak untuk saat ini masih bisa disingkirkan, ya bisa, bila seseoran

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN